Beban Kuliah Mahasiswa S1 Sangat Berat di Indonesia

bpUI- Secara pengetahuan, orang Indonesia tidak kalah dibandingkan dengan orang asing. Bahkan, masyarakat Indonesia cenderung memiliki pengetahuan lebih banyak dibandingkan mereka.

Perbedaannya justru terletak pada kedalaman pengetahuan tersebut. Orang Indonesia menguasai banyak hal tapi tidak mendalam, sementara orang asing mengetahui lebih sedikit namun mendalam.

Hal itu yang kemudian mendasari salah seorang dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) melakukan penelitian lebih lanjut. Rangga Handika melakukan kajian untuk melihat perbedaan kurikulum perguruan tinggi di Indonesia dan luar negeri, seperti Australia.

"Penelitian yang dilakukan adalah studi kebijakan dan pengalaman saya selama menempuh pendidikan di luar negeri. Saya ingin melihat kurikulum di perguruan tinggi dan kompetensi mahasiswa atas kurikulum tersebut," ujar Rangga, dalam Media Gathering Tanoto Foundation di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (7/8/2014).

Berdasarkan kajian yang dilakukannya, Rangga menemukan, tiga SKS yang diajarkan dalam perkuliahan di Indonesia berbeda dengan tiga SKS di luar negeri.  Perbedaan yang dimaksud terletak pada penguasaan mahasiswa terhadap materi tersebut.

"Orang bule menguasai sedikit tapi mendalam. Tapi Indonesia, menguasai banyak tapi hanya di permukaan. Karena di Indonesia, satu semester mahasiswa dijejali dengan tujuh mata kuliah sementara di luar negeri hanya empat mata kuliah," papar Kepala International Office UI itu.

Oleh karena itu, Rangga berharap kajian yang dilakukannya bisa memberikan feedback bagi pemangku kebijakan di Indonesia dalam merumuskan kurikulum perguruan tinggi. Sehingga kurikulum pendidikan tinggi bisa lebih efektif dan tepat sasaran.

"Berangkat dari keprihatinan itu, saya pun melakukan kajian terhadap beban kuliah mahasiswa S-1 di Indonesia. Para mahasiswa dijejali terlalu banyak sehingga overload. Ini tidak mudah karena apa yang dihasilkan sekarang mungkin baru bisa dilaksanakan beberapa tahun kemudian," imbuh Rangga.

Penelitian yang dilakukan Rangga ternyata mendapat perhatian dari Tanoto Foundation. Dia mendapatkan hibah dari Tanoto Foundation untuk menyelesaikan riset tersebut.
Sumber : okezone
Labels : guru les privat  , les privat sd smp sma , guru privat ke rumah , guru privat matematika , guru privat fisika , guru privat di jakarta , guru privat fokus ujian nasional , guru privat berpengalaman