Masih Belum Mulus Langkah Kurikulum 2013



Les Privat bpUI— Dukungan dari sejumlah pihak terhadap kurikulum baru tak berpengaruh pada sikap Panitia Kerja (Panja) Kurikulum Dewan Perwakilan Rakyat. Kurikulum 2013 yang rencananya akan diterapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) pada pertengahan Juli masih menuai sikap kontra.

Anggota Komisi X DPR dari Fraksi Golkar, Ferdiansyah, masih mempertanyakan masalah anggaran yang berubah dan rincian anggaran secara detail. Padahal, Ketua Umum DPP Golkar Aburizal Bakrie mengatakan bahwa masalah anggaran bisa diwujudkan jika memang itu dibutuhkan untuk menyukseskan kurikulum baru.

"Kami tetap perlu tahu rincian anggarannya agar tidak ada dugaan-dugaan terkait kurikulum baru ini," kata Ferdiansyah saat Rapat Dengar Pendapat Panja Kurikulum di Ruang Rapat Komisi X DPR, Jakarta, Selasa (19/2/2013).

Secara terpisah, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan bahwa Rapat Dengar Pendapat yang digelar Panja Kurikulum ini akan membahas masalah yang sangat teknis. Sementara untuk dukungan, ia meyakini tidak akan lagi ada masalah.

"Hari ini Panja untuk persoalan yang sangat teknis. Secara politis, Golkar sudah mendukung. Insya Allah setelah Pak ARB menyampaikan mendukung, sudah oke semua," kata Nuh.

"Substansinya sudah oke. Yang masih jadi masalah hanya persiapan implementasinya. Itu akan kami siapkan dengan baik," imbuhnya.

Seperti diketahui, beberapa fraksi, yaitu Fraksi Partai Demokrat dan Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) sudah setuju terhadap perubahan kurikulum ini. Fraksi Golkar pun tampaknya akan mengikuti jejak dua fraksi besar ini. Beberapa fraksi, seperti Fraksi Keadilan Sejahtera, Persatuan Pembangunan, Gerindra, dan Hanura masih belum menentukan sikap. Sikap fraksi ini nanti akan berpengaruh pada isi rekomendasi dan kelanjutan kurikulum.