Diminta Segera Sekolah Daftarkan Siswa ke SNMPTN


Les Privat bpUI— Panita Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri mendorong sekolah-sekolah segera mendaftarkan siswa untuk mengikuti seleksi yang mulai tahun ini digratiskan pemerintah.
Hingga saat ini, sekitar 50 persen SMA/MA/SMK yang memasukkan data siswa ke Pangkalan Data Sekolah dan Siswa di laman resmi SNMPTN.
"Sekolah-sekolah sebenarnya sudah diundang untuk ikut SNMPTN. Terserah sekolah mau memanfaatkan atau tidak. Namun, sampai saat ini, Panitia SNMPTN tetap proaktif mengajak sekolah segera mendaftarkan siswa mereka," kata Sekretaris Umum SNMPTN 2013 Rochmat Wahab yang dihubungi dari Jakarta, Kamis (31/1/2013).
Menurut Rochmat, pendaftaran SNMPTN baru dilakukan 50 persen dari sekitar 28.000 SMA/MA/SMK di seluruh Indonesia. Pendaftaran siswa yang dilakukan sekolah dengan mengisi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) berakhir 8 Februari. Namun, mulai 1 Februari, siswa yang direkomendasikan sekolah bisa mendaftar untuk memilih program studi yang diminati.
"Tetapi jumlah siswa yang didaftarkan sudah mencapai 2 juta orang," kata Rochmat, yang juga Rektor Universitas Negeri Yogyakarta.
Menurut Rochmat, SNMPTN tanpa tes secara online ini tetap mengedepankan prestasi siswa. Untuk itu, kejujuran sekolah dalam mengisi rapor dan merekomendasikan siswa sangat diutamakan.
"Tiap perguruan tinggi punya sistem untuk bisa menilai siswa yang layak lolos. Dalam pendaftaran siswa, kami menganut sikap percaya pada data yang disampaikan kepala sekolah. Karena itu, kami berharap sekolah jangan macam-macam, misalnya memanipulasi data," kata Rochmat.
SNMPTN merupakan jalur masuk PTN tanpa seleksi untuk siswa berprestasi. SNMPTN ini hanya bisa diikuti lulusan tahun 2013. Kuotanya 50 persen dari daya tampung PTN.
Selain SNMPTN, ada juga jalur seleksi mandiri bersama berupa ujian tulis yang diselenggarakan bersama-sama oleh sejumlah PTN dengan kuota 30 persen. Jalur lain, seleksi mandiri, dilaksanakan tiap PTN dengan kuota 20 persen. Retno Listyarti, wali kelas XII SMAN 13 Jakarta, mengatakan, sekolah mendaftarkan siswa yang berminat tanpa membatasi jumlahnya.
"Tahun lalu hanya yang peringkat 1-10. Tahun ini terbuka untuk siapa saja yang berminat," kata Retno sambil menyebutkan bahwa tahun lalu yang lolos SNMPTN undangan sebanyak 70 siswa.