Keterampilan Abad ke-21 Perlu Guru Kuasai



Les Privat bpUI-- Guru Indonesia harus mau berubah dan belajar untuk mampu menyiapkan generasi penerus bangsa yang mumpuni. Untuk itu, para guru pun harus menguasai keterampilan abad ke-21, antara lain pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk sumber belajar dan mengembangkan pembelajaran yang membuat siswa mampu memecahkan masalah, berpikir kritis, kreatif, dan bekomunikasi dengan baik.

Kepala Pusat Pengembangan Profesi Pendidik, Kemendikbud, Unifah Rosyidi, mengemukakan hal itu dalam acara Intel Education Award 2012 di Jakarta, Selasa (27/11/2012). Ia mengatakan, penguasaan TIK mutlak diperlukan dan guru harus mau belajar. Pemerintah memiliki kebijakan untuk mendorong guru-guru di berbagai daerah untuk terbiasa memanfaatkan TIK.
"Kehadiran TIK itu dapat mendukung pendidikan secara luar biasa. Guru yang tidak terjangkau, bisa terjangkau lebih luas dengan pemanfaatan TIK yang tepat," kata Unifah.
Menurut Unifah, adanya uji kompetensi guru secara online, pendidikan bagi guru secara online, serta penilaian kinerja online, membuat guru mau tidak mau belajar menggunakan TIK. "Adanya uji kompetensi guru membuat guru pada membeli laptop dan kursus mengoperasikan internet. Ini kan membuat guru mau belajar untuk bisa melek TIK," kata Unifah.
Unifah mengatakan para guru harus didorong untuk mengubah kultur menjadi sadar terhadap pentingnya TIK, yang membuat mereka dapat menemukan sumber belajar yang tidak terbatas. "Para guru harus sadar bahwa profesi pendidik itu perlu belajar terus-menerus. Penguasaan TIK merupakan salah satu upaya guru meningkatkan kapasitas dirinya sehingga dapat memotivasi siswa senang belajar," kata Unifah.

Dalam rangka menghargai para guru yang telah berhasil menerapkan pola pembelajaran abad ke-21, Intel Indonesia Corporation menggelar acara tahunan Intel Education Award yang keempat di Jakarta, Selasa (27/11/2012). Terpilih enam guru penerima penghargaan. Juara pertama yakni Imam Taufik Hidayat, guru SMP Yayasan Pendidikan Jayawijaya, Timika, Papua.(Kompas.com)