Kiat dan Tips Belajar

 
7 Kunci Sukses Belajar

Les Privat bpUI- Bagaimana cara Anda belajar? Jika pertanyaan ini diajukan kepada para siswa, kemungkinan, jawabannya akan beragam. Misalnya, akan ada yang menjawab semalam sebelum ujian, tidur bersama buku teks, atau belajar kelompok.  

Bahkan mungkin, tak satu pun jawaban yang bagus akan Anda dapatkan. Hal ini menunjukkan, banyak siswa yang tak tahu bagaimana cara belajar yang baik. Kebanyakan orang berpikir bahwa belajar adalah apa yang Anda lakukan tepat sebelum ujian. Kenyataannya, belajar seharusnya menjadi bagian dari rutinitas harian Anda sebagai siswa atau mahasiswa. Caranya, bisa dimulai dengan menerapkannya pada hari pertama Anda memulai kelas dan mengakhirinya pada saat ujian berakhir.

Jika Anda memiliki keinginan yang kuat untuk sukses dalam belajar, bisa mengerjakan ujian dengan baik dan benar-benar belajar sesuatu, cobalah tujuh kunci sukses ini dan Anda akan membentuk kebiasaan belajar yang lebih baik!

1.  Bacalah seluruh silabus
Silabus sebuah pelajaran atau perkuliahan pada dasarnya merupakan kontrak antara siswa dan pengajar yang mengantarkan Anda mengetahui tugas dan materi apa yang akan Anda dapatkan.

Biasanya, silabus berisi garis besar terkait kompetensi, konsep, dan skill yang akan Anda pelajari di kelas. Ketahuilah apa tujuan setiap kelas yang Anda ikuti dan ini akan mengantarkan Anda sukses mengikuti pelajaran tersebut.

2. Mengatur/menandai kalender

Setelah Anda tahu tugas yang akan dihadapi, buatlah penandaan pada kalender kapan tugas tersebut akan jatuh tempo. Buatlah catatan tentang bahan bacaan yang Anda butuhkan untuk menyelesaikan tugas tersebut. Lakukan ini setiap sebelum mengikuti kelas.

3. Baca materi

Siswa sering sekali mengabaikan tugas membaca atau membaca bahan tanpa memahami materi pelajaran. Padahal, membaca adalah bagian penting dari kesuksesan belajar. Agar efektif, Anda bisa menandai atau menggarisbawahi kata-kata kunci dan bagian penting dari yang Anda baca. Jika terkait tugas, jangan lupa untuk menandai bagian yang mungkin akan menghubungkan Anda dengan tugas lainnya. Hal ini akan memudahkan untuk menemukannya jika suatu saat Anda membutuhkan bagian itu.
   
4. Membangun kosa kata sendiri
Setelah membaca, cobalah tandai kata-kata atau kosa kata yang Anda sendiri tidak familiar dan cari tahu di kamus. Simpan, buat definisinya, sehingga akan memudahkan Anda jika suatu saat menemukan kata itu kembali.
   
5. Menulis ulang catatan
Terlepas dari apakah kelas Anda digelar secara online atau tatap muka, membuat catatan selama kelas berlangsung adalah hal yang penting. Biasakan menulis ulang atau ketik catatan Anda setelah kelas berlangsung, tambahkan informasiyang relevan dari buku pegangan. Ini akan memudahkan Anda dalam mengingat materinya. 
   
6. Gunakan panduan studi
Jika buku teks yang menjadi bahan pelajaran tidak menyertakan panduan studi, kunjungilah situs web penerbit buku teks tersebut. Di sana, Anda akan banyak menemukan panduan studi, kuis-kuis, atau materi yang lebih banyak.
   
7. Aplikasikan yang sudah Anda pelajari
Cobalah untuk mengaplikasikan apa yang sudah Anda pelajari di kelas dalam situasi nyata. Akhirnya, coba untuk menjelaskan apa yang sudah Anda pelajari kepada orang lain. Jika Anda bisa melakukan ini, percayalah, Anda sudah cukup menguasai materi yang Anda pelajari.

Selamat belajar!

http://stmikganeshasolusi.files.wordpress.com/2009/01/uan-smp.jpg?w=300&h=194Les Private bpUI- MENJELANG ujian, siswa harus belajar ekstra ketat. Sukses atau gagalnya ujian yang kamu hadapi tergantung dari persiapan fisik dan mental kamu. Berikut beberapa tips yang mungkin bisa membantu kamu menghadapi ujian:

Persiapkan Diri Kamu – Jelas bahwa belajar adalah kunci utama menghadapi ujian. Akan lebih baik jika kamu mencicil belajar dari jauh hari sebelumnya dan adakan latihan pra ujian, kamu bisa mengerjakan soal-soal ujian yang ada di buku yang berisi model soal-soal ujian, sehingga kamu lebih siap menghadapi ujian.

Ukur Kekuatan- Dalam hal ini siswa harus mempunyai gambaran jelas tentang kondisi dirinya. Memahami kekuatan, kemampuan dan kelemahan yang dimiliki, dalam materi pelajaran apa siswa mengalami kesulitan untuk memahaminya. Apabila ada pelajaran yang kurang dimengerti, maka belajarnya harus lebih giat lagi.

Menjaga Kesehatan – Kesehatan merupakan modal utama kamu bisa melakukan segala aktivitas termasuk belajar. Untuk itu siswa hendaknya selalu menjaga kesehatan, sehingga saat ujian tubuh dalam keadaan segar, sehat dan fit. Perhatikan juga waktu tidur jangan sampai kurang, konsumsi makanan yang bergizi, jangan lupa olahraga secara teratur.

Siapkan Peralatan Ujian Dengan Baik – Setiap ujian membutuhkan peralatan yang berbeda-beda, misal ujian menggambar berbeda dengan ujian tertulis biasa. Pastikan kamu membawa peralatan yang kamu butuhkan.

Datang Lebih Awal – Datang minimal 15 menit sebelum ujian dilaksanakan, kamu akan punya waktu mempersiapkan mental dan fisikmu. Ini akan membantu kamu lebih berkonsentrasi selama mengerjakan ujian.

Tenang dan Percaya diri – Sebelum mengerjakan soal biasakan untuk berdo’a. Dengan berdo’a kamu akan lebih tenang dan percaya diri.

Jangan tegang – Santailah dalam mengerjakan setiap soal sebab kondisi tegang saat ujian akan merusak konsentrasimu.

Membaca Perintah ujian – Bacalah perintah ujian dengan baik dan tidak terburu-buru, sebab seringkali mengabaikan perintah menjawab soal membuat kamu salah dalam memberi atau memilih jawaban.

Seleksi Soal – Dahulukan soal yang kamu anggap mudah, ini akan membantu kamu dalam efisiensi waktu.

Hati-hati Dalam Mengisi Lembar Jawaban – Untuk soal pilihan ganda abaikan jawaban yang kamu tahu salah, jangan menebak suatu pilihan jawaban ketika kamu tidak mengetahuinya secara pasti dan ketika hukuman pengurangan nilai diberlakukan. Untuk soal ujian esai pikirkan dulu jawaban sebelum menjawab, buat kerangka singkat dengan mencatat beberapa ide yang ingin kamu tulis.

Koreksi Kembali Jawaban Soal - Periksa kembali jawaban yang sudah kamu tulis, hingga bila ada kekurangan kamu dapat dengan segera bisa memperbaiki jawaban.

Jangan Terburu-buru – Jangan pernah mengerjakan ujian dengan terburu-buru atau tergesa-gesa, ini bisa menyebabkan jawaban ujian tidak maksimal, kalau sudah selesai mengerjakanpun jangan terburu-buru untuk meninggalkan ruangan, pergunakan sisa waktu untuk memeriksa kembali jawabanmu.

Tutup dengan Do’a – Sebagaimana kamu berdo’a memulai ujian, berdo’alah juga setelah selesai mengerjakan. Dan ingat manusia hanya bisa berencana, Tuhan jugalah yang menentukan hasilnya.

Semoga apa yang kamu kerjakan benar dan mendapat nilai yang baik. Semoga berhasil dan sukses!(http://stmikganeshasolusi.wordpress.com)
Les Private / Guru Les Privat / Intensif UAN & SNMPTN / Supercamp UI


Les Privat bpUI- Ada yang percaya bahwa kesuksesan adalah takdir. Ada pula yang meyakini bahwa kesuksesan akan datang dengan usaha keras. Kebanyakan, kesuksesan hadir karena adanya usaha pengembangan diri dan disiplin dalam menerapkan kebiasaan belajar yang efektif. Nah, berikut ini adalah 10 tips yang bisa Anda gunakan untuk mencapai kesuksesan belajar!

1.Jangan pernah menumpuk pelajaran dalam satu sesi

Siswa yang berhasil dalam belajar biasanya memiliki periode waktu atau jadwal belajar yang lebih singkat dan efektif. Mereka tidak pernah mencoba belajar dengan "sistem kebut semalam." Jika Anda ingin menjadi siswa yang sukses, maka Anda perlu belajar dengan konsisten. Anda juga harus memiliki waktu yang teratur, meski pun sesi belajar yang lebih pendek.

2. Rencanakan waktu belajar
Siswa yang sukses memiliki jadwal belajar yang spesifik. Mereka akan menyelesaikan tugas studi mereka dan tetap konsisten dengan jadwal yang mereka tulis. Siswa yang belajar dengan cara sporadis dan main-main tidak akan mudah berhasil dibandingkan siswa yang memiliki jadwal belajar.

3. Belajar di waktu yang sama

Selain perencanaan, belajar dengan rutin juga dapat memberikan efek positif dalam diri Anda. Ketika Anda belajar pada saat yang sama setiap hari, hal itu akan menjadi kebiasaan dalam hidup Anda, sehingga secara mental dan emosional lebih siap untuk belajar dan setiap sesi belajar akan menjadi lebih produktif.

4. Belajar dengan memiliki tujuan
Belajar tanpa arah dan tujuan tidak akan pernah efektif. Anda harus tahu persis apa yang menjadi tujuan Anda dalam belajar. Sebelum belajar, tentukanlah target apa yang harus Anda capai dalam sesi tersebut. Misalnya, menghapal 30 kosakata bahasa Spanyol dalam satu sesi belajar.

5. Jangan pernah menunda waktu belajar yang sudah direncanakan
Sangat mudah bagi Anda untuk menunda sesi belajar yang sudah ditentukan. Apalagi, jika Anda kurang berminat pada pelajaran tersebut. Siswa yang ingin berhasil tidak boleh menunda waktu belajar. Jika Anda menunda jadwal bejar, seterusnya Anda akan menjadi kurang efektif dalam menerima materi pelajaran.

6. Mulailah dengan subjek yang paling sulit terlebih dahulu
Carilah subjek pelajaran tersulit dan lebih membutuhkan upaya serta energi yang besar dalam menyelesaikannya. Setelah Anda menyelesaikan tugas tersebut, Anda akan lebih mudah untuk menyelesaikan sisa tugas. Percaya atau tidak, dimulai dengan pekerjaan yang paling sulit akan sangat meningkatkan efektivitas sesi belajar dan prestasi akademis Anda.

7. Tinjaulah kembali catatan Anda
Tinjaulah segala catatan Anda di kelas terlebih dahulu. Sebelum Anda menulis segala catatan yang baru, tinjaulah hasil catatan Anda secara menyeluruh untuk memastikan bagaimana menyelesaikan tugas dengan benar.

8. Pastikan tidak ada gangguan dalam belajar
Ketika Anda terganggu saat belajar, Anda akan kehilangan dan memecahkan konsentrasi belajar. Untuk itu, sebelum Anda mulai belajar, temukanlah tempat di mana Anda tidak akan terganggu.

9. Gunakan kelompok belajar efektif

Pernahkah Anda mendengar kalimat "Dua kepala lebih baik dari satu?". Pernyataan tersebut dapat dibenarkan dalam situasi belajar. Bekerja dalam kelompok memungkinkan Anda untuk mendapatkan bantuan dari siswa lain ketika Anda kesulitan memahami konsep,  menyelesaikan tugas lebih cepat, dan membantu siswa lain dan diri Anda sendiri dalam menginternalisasi subjek materi. Namun, kelompok belajar bisa menjadi sangat tidak efektif jika mereka tidak terstruktur.

10. Tinjau kembali catatan sekolah dan bahan-bahan kelas Anda selama akhir pekan
Siswa yang berhasil meninjau kembali apa yang telah mereka kerjakan selama seminggu pada akhir pekan, akan membantu mereka untuk merumuskan jadwal selanjutnya secara lebih efektif.

Tips Membuat Anak Cinta Baca


Les Privat bpUI- Menumbuhkan atau mengajak anak untuk gemar membaca memang harus ditanamkan sejak dini. Namun, upaya ini terkadang tak mudah. Ibaratnya, seperti meminta anak untuk minum obat saat mereka sakit atau mencekokinya dengan jamu pahitPenulis buku anak-anak, ilustrator, guru, dan pendiri National Children's Book and Literacy Alliance, Mary Brigid Barred berbagi sejumlah tips yang mungkin bisa diterapkan terhadap anak Anda. Silakan disimak!

1. Buatlah anak Anda merasakan dengan indera mereka apa yang diceritakan pada buku yang dibaca.

Ajaklah mereka merasakan apa yang diceritakan di buku itu dengan indera mereka sehingga mereka merasa memiliki bagian atau menjadi salah satu tokoh di buku tersebut.
“Sangat mengagumkan ketika sebuah buku menjadi hidup dan dirasakan oleh indera anak-anak. Saya suka membacakan buku karya Robert McCloskey kepada anak-anak TK, dan pertama-tama saya selalu membagikan lemon dulu untuk mereka. Cerita buku ini tentang seorang anak lelaki yang tinggal di sebuah kota kecil di Ohio dan menjadi penyelamat karena harmonikanya. Ada sebuah bagian dimana band kota tersebut siap untuk manggung di acara perayaan, dan tiba-tiba mereka diserang oleh si jahat Old Sneep sambil mengisap lemon, dan band tersebut mengerut karena takut hingga tak bisa memainkan alat musik mereka. Pada bagian itu saya selalu berseru pada anak-anak, ‘Hisap lemon kalian sekarang!!'. Dan mereka dengan bersemangat menghisap lemon mereka dan merasakan menjadi Old Sneep,” kisah Mary.
2. Ajak anak berpikir kritis dengan cara menyenangkan
Anda tentunya ingin anak Anda dapat berpikir kritis. Salah satu guna pendidikan adalah mengasah anak dapat berpikir secara kritis. Dan tidak pernah ada kata terlalu dini untuk mengajak anak berpikir kritis. Begitu pula lewat membaca.
Kita ambil contoh cerita tentang laba-laba sang penyelamat.
Mary mengisahkan, Ketika ia bertanya kepada anak-anak umur 4 tahun siapakah pahlawan dari cerita tersebut, mereka selalu menjawab dengan semangat, ‘Laba-laba!!’. Lalu, Anda dapat melanjutkan dengan, ‘Laba-laba itu punya kesulitan ketika menjadi penyelamat, kira-kira apa ya kesulitannya?’.
Bagi anak-anak umur 6 tahun, Anda bahkan bisa mengenalkan konflik kepada mereka. Tanyalah kepada mereka, ‘Apa ya yang bakal terjadi jika tidak ada hujan, dan laba-laba tersebut bisa memanjat dan keluar dari saluran pembuangan tersebut?’.
Jika dalam satu cerita tidak ada konflik atau masalah yang harus diselesaikan, tentunya cerita itu akan membosankan bukan? Anda bisa menjelaskan kepada anak Anda siapa tokoh protagonis, tokoh antagonis, konflik dan resolusi dari cerita tersebut.
Dengan begitu, Anda sudah menunjukkan elemen-elemen sebuah cerita pada anak Anda. Seru bukan? Jika Anda sudah bosan membacakan cerita ini untuk yang kelima kalinya atau bahkan lebih untuk anak Anda, hal-hal seperti ini akan mengeluarkan Anda dari kebosanan karena Anda tidak menceritakan hal yang itu-itu saja!

3. Tulis buku Anda sendiri
Untuk anak-anak yang baru mulai membaca, siapkanlah notebook atau scrapbook dengan halaman kosong dan isi buku tersebut dengan kata-kata mereka. Anda bisa mulai dengan keluarga Anda. Siapkan foto ayah dan ibu. Bahkan, Anda bisa meminta si sulung untuk menggambarnya. Siapkan foto kakek, nenek, atau anggota keluarga lainnya. Anda bisa mem-print cerita tersebut dengan huruf-huruf besar dan tebal.
Dengan cara ini, orangtua juga bisa berkreasi sesuai hal yang disenangi anak. Misalnya, anak Anda suka sekali dengan pemadam kebakaran, isi buku kosong tersebut dengan gambar-gambar yang berhubungan dengan pemadam kebakaran.
Mary mengungkapkan, ia mengenal satu keluarga yang anaknya terobsesi sekali dengan penyedot debu. "Ketika bertemu dengan saya, anak itu bertanya apakah saya punya tabung tegak atau tidak. Ini merupakan pengantar yang hebat untuk menulis. Ketika nanti anak Anda bertambah besar, bahkan mereka bisa 'kecanduan' untuk menulis cerita mereka sendiri," paparnya.
Selamat mengaplikasikan!
Les Privat bpUI adalah les privat sd/smp/sma,les privat UAN / SNMPTN,super intensif UAN /SNMPTN dan SIMAK UI,guru les privat,guru les privat matematika/fisika

Tips Menjadi Pengajar yang Menyenangkan



-
Dapatkah Anda membayangkan, apa yang terjadi jika tak tercipta suasana menyenangkan dalam proses belajar mengajar? Ya, siswa akan bosan dan tujuan dari penanaman ilmu oleh pengajar tak akan tercapai. Bagaimana menciptakan suasana belajar yang menyenangkan? Beberapa tips ini mungkin bisa menjadi panduan.
Salah satu hal yang harus dikedepankan adalah menyertakan partisipasi siswa di dalam kelas. Selain untuk membangun komunikasi dengan siswa, pengajar juga dapat mengetahui apa yang menjadi kebutuhan bagi para siswa. Jika situasi ini tak terbangun, bisa jadi siswa akan merasa canggung berbicara dengan guru dan komunikasi tidak akan berjalan baik. Akibatnya, pengajar juga akan mengalami kesulitan untuk mengetahui apa yang menjadi keinginan siswa.
Ciptakan iklim yang nyaman buat anak didik Anda
Iklim yang nyaman akan menghilangkan kecanggungan siswa, baik sesama guru maupun antar siswa sendiri. Hal ini juga bisa mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan, sehingga komunikasi antara pendidik dan anak didik dapat terbangun. Sebagai pengajar, Anda dapat menjelaskan kepada siswa bahwa tidak akan ada siswa lain yang akan mengejak ketika ia bertanya. Beri motivasi kepada siswa bahwa dengan bertanya,  akan memudahkannya untuk lebih mengetahui tentang sesuatu hal daripada hanya diam mendengarkan. Dengarkan dengan serius setiap komentar atau pertanyaan yang diajukan oleh siswa Anda.
Jika siswa Anda mengajukan pertanyaan, sebisa mungkin  fokus dan memperhatikannya. Meski sederhana, hal ini akan menumbuhkan kepercayaan diri siswa karena ia merasa diperhatikan. Seringkali siswa merasa kurang percaya diri sehingga enggan untuk memberikan kontribusi di dalam kelas. Nah, tugas Anda sebagai pengajar, membangun kepercayaan diri siswa dengan menunjukkan perhatian-perhatian saat siswa merasa sedang ingin didengarkan.
Jangan ragu memberikan pujian kepada siswa
Anda juga bisa mencoba dengan memuji setiap komentar yang diajukan oleh anak didik Anda. Misalnya, "Oh, itu ide yang sangat bagus" ,atau "Pertanyaan kamu bagus, itu tidak pernah saya pikirkan sebelumnya”.
Beri pertanyaan yang mudah dijawab
Jika hal diatas belum juga berhasil untuk mengajak siswa memberikan komentar atau pertanyaan, giliran Anda untuk mengajukan pertanyaan memancing yang bisa membuat anak didik Anda tidak lagi bungkam di dalam kelas. Pastikan pertanyaan Anda mampu dijawab oleh siswa, sehingga saat menjawab secara tidak langsung melatih siswa untuk berbicara.
Saat siswa sudah mulai merespon, beri senyum kepada siswa yang sudah berkomentar. Hal ini akan mengurangi rasa canggung yang biasa ia perlihatkan. Biarkan siswa mengetahui pelajaran sebelum kelas dimulai
Minta agar para siswa mempelajari bahan yang nantinya akan Anda tanyakan. Sehingga, ia akan mempersiapkannya terlebih dulu. Jika saat anda bertanya dan para siswa tidak merespon, ubah format pertanyaan anda yang hanya membutuhkan jawaban "ya" atau "tidak".
Controlling
Kontrol para siswa dengan alat kontrol yang Anda miiliki. Gunanya adalah untuk mengetahui seberapa banyak siswa yang biasanya berpartisipasi dalam kelas. Jika Anda menemukan beberapa siswa yang tingkat partisipasinya dalam kelas sangat kurang, maka ajak ia berkomunikasi secaraa pribadi. Mungkin dengan begitu ia akan merasa percaya diri. Selain itu, jika yang Anda temukan hanyalah permasalahan kurang percaya yang menjadikannya diam selama kelas berlangsung, maka tugas Anda selanjutnya adalah memberi ia tugas yang bisa membantunya untuk berkomunikasi. Misalnya, tugas berpidato dalam kelas.
Selamat mencoba!!

Kiat Sukses "Menciptakan" Anak Sukses



Les Privat bpUI — Banyak anak ingin cerdas dan kreatif, tetapi hanya berhenti pada keinginan saja. Menurut psikolog Tika Bisono, hal itu disebabkan suatu "penyakit" yang mendorong anak selalu mengatakan "tidak bisa" sebelum memulai sesuatu karena tidak percaya diri, dan selalu mengatakan tidak mau kerena alasan gengsi. Selain itu, kurangnya kesadaran untuk berkreasi juga merupakan masalah lain yang memicu anak tidak kreatif. Tika menilai, anak-anak usia remaja perlu menyalurkan potensi ekspresif dan agresifnya pada hal-hal yang positif sehingga kemudian dapat melahirkan sebuah prestasi yang membanggakan. Ia menegaskan, orangtua jangan memandang daya kritis anak-anaknya sebagai sebuah bentuk perlawanan.
"Orangtua dan lingkungan jangan membunuh usaha remaja untuk menjadi kreatif dengan memberikan label nakal, aneh, ataupun nyeleneh," kata Tika, saat menjadi pembicara dalam talkshow "Sukses Mengawal Perkembangan Remaja Melalui Pendekatan Strength Base Parenting" yang digelar PPM School of Management, Sabtu (16/7/2011), di Menteng, Jakarta Pusat.

Tika mengatakan, orangtua harus mampu menjadi seorang creator education bagi anak-anaknya. Jadikan kegagalan orangtua sebagai sebuah referensi berharga untuk anak-anak agar kelak ia tidak mengulangi dan mengulangi kegagalan tersebut.
"Kegagalan orangtua harus dijadikan referensi agar anak-anak tidak mengulanginya. Pribadi kreatif dan best parenting tidak bisa dipisahkan. Itulah mengapa pengalaman orangtua sangat diperlukan," ujarnya.
Dalam talkshow ini, Tika membeberkan tiga pilar utama dalam pendekatan strength base parenting. Pertama, orangtua harus memiliki visi dirinya ingin dipandang sebagai orangtua seperti apa oleh anak-anaknya. Sebagai orangtua yang otoriter, submisif, atau demokratis. Menurutnya, visi antara anak dan orangtua bisa berbeda sehingga ini sangat berguna untuk mengidentifikasi perbedaan-perbedaan tersebut.
Kedua, orangtua dan anak harus selalu bersikap positif dan memfokuskan diri pada kelebihannya. Ketiga, orangtua harus membangun hubungan yang kuat secara bersama-sama dengan anak-anaknya.
"Itulah tiga pilar yang saya ambil dan sudah diterapkan di seluruh dunia," kata Tika.
Sementara itu, pengajar Human Resources dan Organizational Behaviour PPM School of Management, Dwi Idawati, mengatakan, kunci sukses strength base parenting dalam pendidikan adalah mencari titik temu antara orangtua dan anak-anak. Menurutnya, banyak orangtua yang terlalu sibuk bekerja sehingga anak-anak seperti berkembang dengan sendirinya.
"Bisakah mereka (orangtua) menjelaskan apa kekuatan dari anak-anaknya. Sebagai orangtua, kita harus tahu dukungan apa yang ingin kita berikan kepada anak. Create sebuah program dan ciptakan suatu visi untuk kebahagiaan anak-anak di masa depan," ujarnya.
Seharusnya, sambung Ida, orangtua harus memberikan informasi pandangan sebanyak-banyaknya terhadap anak-anak khususnya ketika ingin memilih sebuah pendidikan lanjutan. Biarkan anak berpikir dan mengambil keputusan, lalu berikan pandangan terhadap keputusan yang akan dipilihnya. Biasanya, anak tidak mempunyai atau kekurangan informasi tentang apa yang akan dipilihnya.
"Yang terpenting, jangan bandingkan anak-anak dengan orang lain. Me is me," tandasnya. 

Les privat bpUI- Perguruan Tinggi Negeri (PTN) boleh dibilang masih menjadi pilihan utama para siswa untuk melanjutkan studi karena alasan kualitas yang unggul dan biayanya murah. Alasan gengsi juga terkadang memengaruhi mengapa banyak siswa berlomba-lomba memilih PTN.

Ada beberapa jalur pendaftaran PTN, mulai dari penelurusan minat dan kemampuan (PMDK) hingga jalur prestasi. Jalur lain yang banyak dinantikan mereka yang tidak lolos  jalur-jalur tersebut adalah seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN).

Tahun ini SNMPTN rencananya akan dilaksanakan pada 12-13 Juni 2012. Kendati risikonya tak seberat menghadapi ujian nasional, tetap diperlukan keseriusan dalam mempersiapkan diri.

Menurut Djoko Santoso, direktur jenderal pendidikan tinggi, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, untuk memprediksi tingkat kesulitan soal SNMPTN, para siswa disarankan untuk memperlajari contoh soal dari pelaksanaan SNMPTN tahun-tahun sebelumnya.

"Kuasai pelajarannya dan pelajari pola soal melalui kisi-kisi yang beredar. Karena pola soal tak pernah berubah," kata Djoko.

Seperti pengalaman Dicky Dwiantana, mahasiswa semester III jurusan ilmu politik FISIP UI. Berdasarkan pengalamannya mengikuti ujian tulis SNMPTN tahun lalu, ia banyak mempelajari soal-soal tahun sebelumnya.

"Saya belajar dari soal tahun lalu. Karena pola soalnya selalu sama, hanya diganti sedikit," ujar Dicky.

Selain itu, sebaiknya siswa lebih fokus pada satu atau dua pelajaran yang dianggap sulit oleh kebanyakan orang. Dengan begitu, kita bisa merebut nilai dari pelajaran tersebut.

Untuk menguasai materi pelajaran, setiap orang memiliki durasi waktu yang berbeda. Namun beberapa mahasiswa yang diwawancara mengaku mereka tidak meluangkan waktu banyak untuk belajar.

"Nggak perlu lama-lama. Sejam juga cukup. Belajarnya nggak usah diforsir," kata Hanifah Amalia, mahasiswi Sastra Belanda Universitas Indonesia angkatan tahun 2011.

Hanifah sendiri mengaku lebih suka belajar sendiri dan tidak mengikuti bimbingan belajar. "Saya hanya ikut bimbel selama tiga minggu dari lima minggu paket belajar intensif yang disediakan bimbel," paparnya.

Hanifah mengungkapkan, sesi bimbel sebenarnya bisa dipakai untuk aktif bertanya pada pengajar mengenai materi yang kurang dimengerti.

Beberapa persiapan lain yang harus dilakukan adalah meluangkan waktu untuk beristirahat. Belajar terus menerus bisa membuat kita lelah, padahal kondisi tubuh yang fit sangat penting pada saat hari H.

"Tes potensi akademik dalam SNMPTN sebenarnya nggak susah, cuma kalau kita kurang konsentrasi akan sulit mengerjakannya karena waktunya sedikit. Makanya tubuh harus fit," kata Abednego, mahasiswa Teknologi Bioproses dari Universitas Indonesia.

Hindari pula belajar terlalu keras sehari sebelum ujian. Persiapan belajar seharusnya dilakukan jauh-jauh hari sebelumnya.

"Dua hari menjelang SNMPTN, saya sudah nggak belajar. Biar rileks dan nggak terlalu tegang nantinya. Jadi, hanya tidur-tiduran saja di rumah," tutur Awwah, mahasiswa teknik elektro.

Terakhir, tentu saja berdoa. "Faktor lain SNMPTN tak cuma kepintaran, doa dan restu orang tua itu penting," katanya.

Apabila ternyata tahun ini masih belum bisa lolos SNMPTN jangan sedih. Kita bisa mencobanya tahun depan, atau mempertimbangkan untuk memilih perguruan tinggi swasta. Selamat mencoba.
 


Les Privat bpUI- Dalam sehari, kita punya 24 jam untuk diisi dengan berbagai aktivitas. Akan tetapi, dengan waktu 24 jam ini, terkadang kita masih sulit untuk mengalokasikannya sebagai waktu belajar. Untuk mengatasi masalah tersebut, Anda membutuhkan strategi dalam mengelola waktu studi. Caranya, siapkan kerangka jadwal kegiatan yang akan Anda laksanakan dalam jangka waktu yang panjang terlebih dahulu.

Untuk mengawalinya, siapkan kalender Anda dan perbaharuilah tujuan hidup Anda. Perjelas apa yang akan Anda lakukan dalam jangka waktu yang panjang. Misalnya, sepuluh tahun ke depan, agar Anda dapat mengetahui tujuan hidup Anda.

Catatlah tugas yang berkaitan dengan studi Anda dan tanggal deadline untuk menyelesaikan tugas tersebut. Catat juga kegiatan-kegiatan yang akan Anda laksanakan di sekolah atau kampus, dan kegiatan yang akan Anda lakukan di luar kegiatan sekolah atau kampus tersebut.Untuk lebih memudahkan mengatur waktu belajar, buatlah jadwal mingguan agar Anda dapat terus me-refresh kegiatan yang akan dilakukan.

Siapkan jadwal mingguan
Hari Minggu merupakan hari yang tepat untuk merancang kegiatan seminggu ke depan setelah rehat dari aktivitas. Kegiatan yang dapat dilakukan pada hari tersebut adalah meninjau kembali jadwal harian yang sudah Anda tulis. Catat kegiatan di luar sekolah yang sudah Anda lakukan selama seminggu kemarin, pastikan kegiatan dan tugas mana saja yang sudah Anda selesaikan dalam seminggu terakhir untuk eveluasi hasil kerja Anda.

Buatlah jadwal harian
Setiap malam sebelum melakukan aktivitas belajar, siapkanlah jadwal harian mengenai kegiatan apa saja yang akan dilakukan esok hari. Jangan lupa cek list kegiatan yang sudah Anda laksanakan keesokan harinya

Jadwal mingguan Anda harus memiliki catatan yang lebih detail dari jadwal berjangka Anda. Jadwal harian harus memiliki detail yang lebih dalam dari pada jadwal mingguan Anda. Menggunakan kerangka waktu jangka panjang, jadwal mingguan, dan jadwal harian akan membantu untuk mengelola waktu terbaik Anda.

Selamat mencoba!