Terancam Tidak Lulus Akibat Tawuran




Lesprivatbpui.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhammad Nuh, mengingatkan para pelajar untuk tidak melakukan tawuran pasca ujian nasional usai dilakukan. Pasalnya, jika ada pelajar yang nekat tawuran, pihak sekolah bisa saja tidak meluluskan pelajar tersebut.
"Kami serahkan seluruhnya kepada sekolah untuk evaluasi apakah memenuhi empat atau lima kriteria. Contohnya, kelakuan baik dan menyelesaikan program di sekolah seperti UN (ujian nasional)," ungkap Nuh, Jumat (20/4/2012), usai acara pembinaan pelajar pelaku tawuran di Mapolda Metro Jaya.
Jika dinilai tidak cukup baik, lanjutnya, pelajar itu bisa saja tidak lulus dalam ujian. "Apabila divonis sekolah tidak baik, maka salah satu kriteria kelulusan tidak terpenuhi sehingga bisa saja tidak lulus," ucapnya.
Sebelumnya, jajaran Polda Metro Jaya mengamankan 73 pelajar SMA di wilayah Bekasi, Jawa Barat dan Jakarta Barat yang terlibat dalam aksi tawuran. Puluhan senjata tajam turut disita seperti samurai, pipa besi, celurit, corbek, dan keplek.
Sayangnya, aksi tawuran ini justru terjadi usai pelaksanaan Ujian Nasional dilakukan. Selain aksi tawuran, perayaan selesai ujian juga dilakukan dengan cara-cara yang tidak patut seperti membajak sebuah bus di Jalan Daan Mogo, Jakarta Barat pada Rabu (18/4/2012) lalu.
Nuh berharap bahwa peristiwa tawuran di Bekasi, Jawa Barat dan aksi pembajakan bus di Kalideres, Jakarta Barat merupakan peristiwa terakhir yang ditemuinya.
"Semoga para pemuda ini mengerti untuk kembali ke jalan yang benar. Semoga ini yang terakhir kalinya kita bertemu di kantor polisi," imbuh Nuh.
Les Private/Intensif un,snmptn,simak ui/guru les privat