Korupsi, Mental Maling,dan Kecurangan UN




www.lesprivatbpui.com- Menilik integritas dan kualitas pendidikan di Indonesia sekarang ini, penulis, pengusaha, serta motivator, dan juga pendiri TK Khalifah, Ippho Santosa, berpandangan bahwas zaman sekarang banyak orang memiliki mentalitas "maling". Salah satu contohnya terlihat dari mental mencontek dan membocorkan kunci jawaban ujian nasional (UN) atau tindak korupsi para pejabat pemerintahan.
Mulai saja dari diri sendiri dan dari keluarga kita. Benahi dan jaga nilai-nilai baik dari sana. Kemudian secara luas lakukan bertahap dari keluarga, tetangga, atau organisasi kita, begitu seterusnya.
-- Ippho Santosa
"Sekarang ini banyak orang hobinya seperti 'maling’, seperti nyontek saat ujian, suka barang KW atau selundupan. Begitu jadi pengusaha, mereka akan nyogok, sampai ketika jadi pejabat akan berbuat korup. Jadi, mentalitasnya kayak maling," ujar motivator muda kelahiran 30 Desember 1977 ini, saat peluncuran karya terbarunya berjudul Hanya 2 Menit, Sabtu (27/04/2012), di Auditorium Indosat, Jakarta.
Dengan adanya mentalitas seperti itu, bangsa Indonesia tidak akan maju. Namun, ia mengaku enggan membahas lebih jauh mengenai hal tersebut. Ippho hanya menganjurkan, bahwa cara memperbaiki mentalitas seperti itu adalah dengan tidak menuntut pemerintah yang membenahi, tetapi mulailah dari diri sendiri.
"Mulai saja dari diri sendiri dan dari keluarga kita. Benahi dan jaga nilai-nilai baik dari sana. Kemudian secara luas lakukan bertahap dari keluarga, tetangga, atau organisasi kita, begitu seterusnya," imbuh Ippho.
Seperti diberitakan, setiap tahun kecurangan dan kebocoran UN selalu terjadi dan semakin mengkhawatirkan. Kecurangan UN tersebut tidak hanya dilakukan oleh siswa peserta UN, melainkan juga guru dan pihak sekolah. Di sisi lain, kondisi tersebut semakin diperparah dengan kasus-kasus korupsi di kalangan pejabat pemerintahan, yang seolah memperkuat kondisi mentalitas bangsa ini semakin membutuhkan perhatian serius.
Sumber : Kompas.com