Tak Bisa Diprediksi Riset Ilmu Sosial




Image: corbis.comLes Privat bpUI- Perkembangan dunia sosial dan kemanusiaan yang sangat cepat menyebabkan tren riset ilmu sosial tidak dapat diprediksi.

Deputi Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Aswatini memaparkan, secara umum penelitian IPSK di Indonesia terus berjalan.

Hanya saja, sesuai dengan sifatnya yang terus dinamis, arah penelitiannya pun tidak dapat direncanakan dari jauh-jauh hari.

"Tapi pada dasarnya, peneliti selalu jeli melihat masalah yang sedang berkembang. Karena itulah, mereka tetap melakukan penelitian," kata Aswatini usai menerima delegasi Institute of Southeast Asian Studies (ISEAS) di Gedung Sasana Widya Sarwono (SWS) lantai 2 LIPI, Senin (19/12/2011).

Saat ini, Aswatini mengimbuhkan, peneliti sosial LIPI berpegang pada sebelas payung penelitian. Dari kategori tersebut, ada empat payung penelitian utama IPSK yakni ketahanan ekonomi, demokratisasi, religionalisme dan globalisme, serta kebencanaan dan pengelolaan lingkungan.

"Para peneliti di pusat penelitian LIPI biasanya meneliti berawal dari ketertarikan masing-masing. Sesuai program kami, selama empat tahun yakni periode 2010-2014, para peneliti itu akan fokus pada topik yang mereka pilih dan meneliti secara kontinyu," tuturnya.

Karena LIPI bukanlah institusi terapan, maka hasil penelitian mereka, termasuk dalam bidang IPSK, biasanya akan diajukan ke pemerintah untuk menjadi pertimbangan dalam setiap pengambilan kebijakan.

"Tapi kami juga tidak bisa mengklaim satu kebijakan pemerintah diambil berdasarkan hasil penelitian kami. Sebab, pemerintah juga mendapat banyak kontribusi dari berbagai pihak. Masukan-masukan itu juga bisa dimodifikasi," ujar Aswatini mengimbuhkan.(rfa)
Guru Les Private / Intensif UAN / Intensif SNMPTN / Supercamp UI