Save UI : Dekan Tak Dilibatkan Jalur Undangan UI


 
Ilustrasi: ist.Les Privat bpUI- Jalur undangan dalam mekanisme penerimaan mahasiswa baru di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) diciptakan Dinas Pendidikan Tinggi (Dikti) untuk memperluas kesempatan pelajar dengan kemampuan ekonomi lemah dalam mendapatkan pendidikan tinggi. Namun, program ini justru melahirkan kontroversi.

Kontroversi ini lahir karena kriteria mahasiswa yang lolos melalui jalur undangan menjadi bias. Hal ini dirasakan Effendi Gazali, dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia (UI).

Menurut Effendi, hanya pihak rektorat yang mengetahui persis kriteria penerimaan mahasiswa melalui jalur undangan, bahkan dekan fakultas tidak mengetahui sama sekali.

"Penerimaan mahasiswa UI melalui jalur undangan cukup besar. Namun, kriteria mahasiswa yang diterima tidak jelas. Bahkan, dekan fakultas, salah satunya Dekan Fakultas Kedokteran (FK) UI tidak mengetahui mekanismenya," ujar Effendi di Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (28/11/2011).

Hal ini dibenarkan oleh Dekan FK UI Ratna Sitompul. Ratna mengaku, tidak mengetahui proses pemilihan mahasiswa yang lolos seleksi jalur undangan.

"Jumlah mahasiswa yang diterima melalui jalur undangan cukup besar, yakni 2.300 mahasiswa dari 4.500 pelajar yang mendaftar. Namun, apakah mahasiswa ini sesuai dengan target Dikti atau tidak karena prosesnya saya tidak tahu," kata Ratna menjelaskan.

Wanita berambut sebahu ini mengungkapkan, adanya proses seleksi yang harus dijalani calon mahasiswa merupakan cara untuk menyaring mahasiswa terbaik, sesuai dengan misi yang diusung UI.

"Tapi sekarang saya ragu, apakah 2.300 mahasiswa ini benar-benar mahasiswa terbaik," tuturnya.(rfa)
Guru Les Privat / Intensif UAN & SNMPTN / Supercamp UI