Ilmu Komunikasi Khas Indonesia Perlu Dikembangkan




Les Privat bpUI- Pakar Komunikasi Alwi Dahlan mengatakan, ilmu komunikasi perlu "dibumikan" agar dalam perkembangannya ilmu tersebut menjadi khas Indonesia. Hal itu diungkapkannya dalam Konferensi Nasional Komunikasi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP-UI) di Depok, Rabu (9/11/2011).

Belum ada yang mengembangkan teori komunikasi khas Indonesia, ini perlu mendapatkan perhatian. Banyak riset dan teori komunikasi yang dikembangkan mengacu kepada teori barat.

"Belum ada yang mengembangkan teori komunikasi khas Indonesia, ini perlu mendapatkan perhatian," kata Alwi.
Menurutnya, teori-teori komunikasi yang ada saat ini banyak berasal dari barat dan belum bisa membumi di Indonesia karena terbentur budaya dan keragaman etnik di Indonesia.
"Banyak riset dan teori komunikasi yang dikembangkan mengacu kepada teori barat yang tentunya tak sesuai kondisi Indonesia," ungkap Menteri Penerangan era Presiden Soeharto (Maret-21 Mei 1998) tersebut.    Alwi mengatakan, teori komunikasi model barat tidak membantu pemahaman tentang masalah komunikasi yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Namun, ia mengingatkan, teori barat juga penting sebagai dasar ilmu komunikasi saja, bukan yang utama.
"Teori komunikasi khas Indonesia juga perlu dikembangkan," ujarnya.
Selain itu, kata Alwi, perlu digali teori-teori komunikasi khas Indonesia agar kemajuan ilmu komunikasi terus berkembang sesuai dengan budaya dan keanekaragaman etnik di Indonesia. Ia mencontohkan, tidak ada yang bisa menjelaskan dalam teori komunikasi tentang adanya tawuran atau kekerasan yang terjadi di Indonesia, padahal komunikasi bisa menjawab semua ini.
Selain itu, saat ingar bingar reshuffle kabinet yang baru lalu dimana para wartawan sibuk mencari sumber berita dan siapa yang didengar oleh presiden dalam menentukan kabinet.
"Seharusnya ini bisa dijelaskan melalui ilmu komunikasi khas Indonesia," kata Guru Besar Ilmu Komunikasi FISIP UI tersebut.
Tantangan
Sementara itu, pengamat komunikasi UI Sasa Juarsa Senjaya mengatakan, banyak komunikasi-komunikasi khas daerah di Indonesia yang bisa dikembangkan oleh ilmu komunikasi. Pengembangan ilmu komunikasi khas Indonesia merupakan tantangan bagi dunia ilmu komunikasi itu sendiri agar berkembang sesuai dengan zamannya. Sebagai tahap awal, yang perlu dilakukan adalah melakukan sintesa hasil skripsi, tesis, ataupun disertasi ilmu komunikasi untuk selanjutnya dilakukan identifikasi mana yang menarik dan bisa dikembangkan.      "Kita bisa melakukan modifikasi yang ada dan didorong menjadi teori dari perspektif daerah," katanya.
Pengamat komunikasi UI lainnya, Effendi Gazali mengatakan, belum adanya teori komunikasi khas Indonesia merupakan kesalahan para ilmuwan ilmu komunikasi sendiri karena tidak adanya komunikasi antar para sarjana ilmu komunikasi.
"Mudah-mudahan dengan adanya konferensi komunikasi nasional ini membuka kita untuk melakukan kajian demi pengembangan ilmu komunikasi yang khas Indonesia," katanya.
Namun, ia mengharapjan, jangan ada dikotomi antara teori komunikasi dari Asia dan barat. Sebab, menurutnya, apa yang terjadi di Amerika Selatan mirip dengan apa yang ada di Indoensia.
"Budayanya hampir mirip, lihat saja telenovela dari Amerika Selatan juga disukai di Indonesia," ujar Effendi.
LES PRIVAT SD SMP SMA / INTENSIF UAN & SNMPTN / SUPERCAMP SIMAK UI