Dengungkan "Ayo Kita Jujur" Pada Konferensi Anak !




LES PRIVAT bpUI- Konferensi Anak Indonesia 2011 yang dihadiri wakil anak-anak dari berbagai daerah di Tanah Air mengusung tema utama "Ayo Kita Jujur". Ketua Kurikulum Konferensi Anak Indonesia 2011 Johanna Ernawati, Senin (14/11/2011, di Jakarta, mengatakan, kegiatan itu diselenggarakan Majalah Anak Bobo, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta UNICEF.
Pada hari ini, konferensi akan dibuka secara resmi oleh General Manager Media Anak Kompas Gramedia Koes Sabandiyah, dan dihadiri para orangtua dan guru-guru.
Sementara itu, Pemimpin Redaksi Majalah Bobo Kussusani menyatakan, Konferensi Anak Indonesia 2011 "Ayo Kita Jujur" diselenggarakan karena keprihatinan pada banyaknya anak-anak Indonesia yang dipaksa melakukan ketidakjujuran saat di sekolah, terutama saat ujian akhir nasional demi ambisi orang tua, sekolah, dan pemerintah setempat.
Delegasi Konferensi Anak Indonesia 2011 akan diberi kesempatan untuk berdiskusi dengan Bupati Kabupaten Bojonegoro Drs H. Suyoto, MSi tentang tuntutan nilai bagus yang dirasakan anak-anak saat ujian akhir nasional.
"Bupati Bojonegoro kita undang karena pengalamannya menerapkan ’pakta kejujuran’ dan pembangunan sistem pendidikan ujian akhir nasional yang jujur di daerah yang dipimpinnya," paparnya.
Di samping itu, akan diadakan pula diskusi mengenai makna kejujuran dengan Ketua Yayasan Cahaya Guru Henny Supolo. Pembekalan delegasi pada Senin ini akan diakhiri dengan permainan drama yang memiliki muatan pembangunan karakter kejujuran pada anak-anak bersama fasilitator Bina Daya Nugraha.
Ia mengatakan, dalam Konferensi Anak Indonesia 2011 "Ayo Kita Jujur" ini, tim pendidikan Majalah Bobo, Indonesia Mengajar dan Fasilitator Bina Daya Nugraha memasukkan program-program pembangunan karakter kejujuran di setiap pertemuan dengan bermain, bernyanyi, menari, dan diskusi.
Pada hari Minggu kemarin, delegasi anak sudah tiba di Jakarta dan memulai sejumlah kegiatan. Dalam diskusi untuk merumuskan arti jujur menurut anak Indonesia delegasi dengan cerdas dan lugas mengemukakan pendapat mereka tentang kejujuran. Filza Thahirah Amanina, delegasi anak dari Bengkulu berpendapat, berbuat jujur tidak perlu dilakukan untuk mendapatkan imbalan atau pujian orang.
"Berbuat jujur sebaiknya dilakukan dengan iklas untuk diri sendiri," ucapnya.
Delegasi Konferensi Anak Indonesia mengakui berbuat jujur itu susah, berat, dan perlu pengorbanan serta keberanian. Namun, mereka berpendapat jujur harus dilakukan dalam hal besar dan kecil, lebih baik jujur untuk mendapat ketenangan hati, kepercayaan orang lain, keadilan.
Acara puncak konferensi anak akan berlangsung pada Kamis (17/11/2011) mendatang. Anak-anak akan berdiskusi dengan Rektor Universitas Paramadina Dr Anies Baswedan yang juga penggagas "Indonesia Mengajar", Deputi Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dr Wahyu Hartomo, MSc serta UNICEF Representative Indonesia Angela Kearney
LES PRIVAT bpUI / LES PRIVAT SD SMP SMA / LES PRIVAT INTENSIF UAN ,SNMPTN & SIMAK UI / SUPERCAMP MAKARA UI