Nasib MBRC Pasca Integrasi Perpustakaan UI


MBRC FISIP UI lantai satuLes Privat bpUI-Suara Mahasiswa Online, Universitas Indonesia- Polemik pasca pembangunan Perpustakaan Baru UI terus bergulir. Nasib perpustakaan-perpustakaan fakultas yang diintegraskan dengan Perpustakaan Baru UI makin terlunta-lunta, MBRC FISIP UI salah satunya.
Jumat, 6 Mei 2011, sekitar pukul 11 siang, MBRC FISIP UI lantai 1 sudah nampak lenggang.  Kali ini MBRC nampak tak seramai dulu. Sejak tanggal 2 Mei 2011 kemarin, MBRC FISIP UI lantai satu sudah mulai dibuka.
Pasca pengintegrasian perpustakaan menjadi perpustakaan UI yang diwacanakan menjadi ‘perpustakaan terbesar se-Asia Tenggara’, MBRC telah memindahkan hampir setengah koleksi buku dan setengah karyawan ke Perpustakaan baru UI.

“MBRC akan berubah menjadi reading room besok senin, karena koleksi buku yang tersisa di MBRC hanya tinggal buku wajib, referensi,  dan beberapa buku lainnya yang mendukung mata kuliah wajib” ujar Rumiyati, Staf Profesional Perpustakaan MBRC. “Sebagian koleksi yang dipindahkan ke perpustakaan pusat itu termasuk artikel, laporan magang, skripsi, dan buku teks” tambahnya.
Selain koleksi buku, hampir setengah jumlah karyawan MBRC ikut dipindahkan ke perpustakaan pusat. “Kami memindahkan 8 dari 16 karyawan MBRC, termasuk pustakawan” ujar pustakawati yang telah mengabdi selama 38 tahun di perpustakaan FISIP UI.
Rumiyati mengaku kelimpungan menampung keluhan mahasiswa yang kesulitan karena sebagian koleksi MBRC telah dipindahkan ke Perpustakaan UI. “Perpustakaan UI kan belum bisa diakses, standar bukunya saja belum ada, bukunya yo nggak bisa dijejerin, nanti rubuh” ujar Rumiyati.
Jadwal aktivitas MBRC juga berubah, hanya dari senin sampai jumat pukul 09.00-16.00 WIB. Dengan jadwal baru ini, Rumiyati mengaku kasihan kepada para mahasiswa ekstensi, karena sekarang MBRC harus tutup di hari sabtu. Saat ini yang bisa dilakukan para staff MBRC hanyalah menggunakan fasilitas yang tersisa untuk memberikan pelayanan maksimal kepada mahasiswa UI, khususnya mahasiswa FISIP.