Jawaban dari Permasalahan Hidup



Les Privat bpUI
Obrolan Hikmat  merupakan sebuah buku pendidikan karakter yang bersumber pada prinsip-prinsip takut akan Tuhan sebagaimana diungkapkan dalam kitab Amsal. Dalam buku ini, prinsip-prinsip takut akan Tuhan diwujudnyatakan dalam bentuk nilai-nilai hikmat yang mencakup nilai kebenaran, kejujuran, dan keadilan.
Penulis buku berusaha memperlihatkan betapa pentingnya peranan nilai-nilai itu dalam melandasi kehidupan manusia. Oleh karenanya, nilai-nilai itu digambarkan sebagai tokoh-tokoh yang hidup dan dapat berdialog dengan manusia. Dialog itulah yang digunakan penulis untuk menyampaikan gagasan dalam buku ini dan membuatnya lebih mudah dipahami oleh semua kalangan pembaca.

Penulis mencoba mengetengahkan masalah-masalah mendasar yang dialami manusia pada umumnya. Banyak permasalahan menarik yang terkait dengan pergumulan dan masalah-masalah kehidupan yang diungkapkan penulis, khususnya yang berkaitan dengan nilai-nilai hikmat takut akan Tuhan yang mencakup beberapa konsep mendasar, seperti hikmat, kebenaran, kejujuran, keadilan, waktu, maupun hati nurani.
Konsep-konsep tersebut seringkali menimbulkan masalah-masalah pelik yang jarang diungkapkan ke permukaan. Namun demikian, dalam buku ini, masalah-masalah yang kita anggap pelik namun identik dengan pergumulan hidup manusia itu disampaikan dengan cara populer.
Bentuk dialog yang digunakan oleh penulis memperlihatkan bahwa nilai-nilai hikmat takut akan Tuhan sesungguhnya merupakan nilai mendasar yang sangat berperan dalam membentuk karakter manusia. Pembaca diajak untuk melihat bahwa ada perbedaan antara nilai-nilai yang secara umum biasanya dipraktikkan orang di dalam hidup sehari-hari dengan nilai-nilai hikmat yang terdapat di dalam Perjanjian Lama, khususnya kitab Amsal.
Hal itu dikemukakan melalui dialog-dialog imajinatif antara tokoh aku yang menyuarakan pergumulan manusia dengan tokoh-tokoh nilai hikmat di dalam kitab Amsal, yaitu hikmat, kebenaran, keadilan, dan kejujuran. Nilai-nilai hikmat itu diperhadapkan dengan nilai material yang dipersonifikasi sebagai Mamon.
Selain itu, buku ini mengemukakan sebuah monolog tentang fungsi hati nurani bagi kehidupan dan penghidupan manusia sebagai gambar Allah di tengah-tengah dunia. Penulis berusaha mengangkat nilai-nilai hikmat yang berlandaskan takut akan Tuhan itu dengan mengumpamakan mereka sebagai tokoh-tokoh “kelas atas” yang tereliminasi dari kehidupan manusia.
Pada akhirnya pembaca diharapkan tergugah untuk memberdayakan nilai-nilai hikmat tersebut sebagai terobosan yang mampu mengimplikasikan transformasi terhadap nilai-nilai yang menimbulkan pengeroposan keberadaan manusia sebagai gambar Allah dan lingkungannya. Dengan demikian, perwujudan damai sejahtera bagi manusia dan lingkungannya dapat dialami secara semakin nyata.